Berita

 

POLOWIJO GOSARI AKAN GENJOT PRODUKSI DOLOMIT

 
 

chemical 2SURABAYA: PT. Polowijo Gosari menargetkan menjadi produsen dolomit, bahan baku pupuk organik terbesar di Asia pada 2015 karena didukung cadangan komoditas itu yang besar di Gresik, Jawa Timur.

Selain digunakan sebagai bahan baku pupuk organik, dolomit kini juga dimanfaatkan sebagai bahan baku di industri lainnya, seperti baja dan komponen pesawat terbang.

Direktur Utama PT. Polowijo Gosari Djauhar Arifin mengungkapkan potensi dolomit yang dikuasai perusahaannya di area seluas 365 hektare di Gresik diperkirakan memiliki kandungan 200 juta ton atau terbesar di dunia.

“Kami akan meningkatkan produksi sehingga menjadi produsen dolomit terbesar di Asia dalam 5 tahun kedepan. Saat ini, kami merupakan produsen pupuk organik swasta dan produsen dolomit terbesar di Indonesia,” katanya di sela-sela peluncuran buku Lompatan Gila Bisnis Keluarga (Sejarah Polowijo Gosari), akhir pekan lalu.

Dia mengatakan cadangan dolomit Polowijo dipastikan merupakan yang terbesar di dunia. Berdasarkan survei di sejumlah negara, tuturnya, belum ada perusahaan yang memiliki cadangan sebesar itu.

“Jadi bila 5 tahun ke depan kami bisa menjadi nomor satu di Asia, tidak berlebihan jika dalam 10 tahun ke depan kami pun bisa menjadi yang terbesar di dunia,” ujarnya.

“Kami mengharapkan dukungan dari pemerintah dan pengusaha besar agar Polowijo bisa go international,” ujarnya.

Arifin mengungkapkan pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan besar di Belgia untuk mengembangkan dolomit dan menembus pasar Eropa.

“Langkah itu juga akan disinergikan dengan keinginan manajemen untuk mencoba go public agar perusahaan yang awalnya sebagai perusahaan keluarga menjadi perusahaan publik sehingga kapitalisasinya semakin besar,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, Grup Polowijo Gosari memiliki empat anak perusahaan, yaitu PT. Polowijo Gosari yang bergerak di bidang industri dan perdagangan pupuk, PT. Galasari Gunung Swadaya bergerak dalam usaha perkebunan mangga.

Selain itu, PT. Sari Gunung Polowijo yang bergerak di bidang transportasi dan ekspedisi, dan PT. Polosari Kemasindah di industri karung plastik.

Sumber: Bisnis Indonesia, 25 Mei 2010