Berita

 

Kunjungan Kerja Wantimpres Bpk. Prof. Dr. Ir. Ginandjar Kartasasmita

 
 

Kunjungan Kerja Wantimpres (Bpk. Prof. Dr. Ir. Ginandjar Kartasasmita) Dalam Upaya Mengoptimalkan produk yang bernilai ekonomis Berasal dari Tambang Dolomit PT. Polowijo Gosari Dengan Membangun Smelter dan Industri Petrokimia

Gresik, 14 Mei 2014

Ginanjar

POLOWIJOGOSARI.COM, GRESIK – Rabu (14/05), Anggota Wantimpres Bidang Pembangunan dan Otonomi Daerah, Ginandjar Kartasasmita melakukan kunjungan kerja ke PT Polowijo Gosari atas undangan Chairman PT Polowijo Gosari, Djauhar Arifin guna meninjau rencana pembangunan smelter tembaga di Kawasan Industri Berbasis Inovasi Gresik Utara.

Sebagaimana diungkapkan Djauhar Arifin, PT Polowijo Gosari bermaksud ikut serta dalam rangka rencana pembangun smelter tembaga di Kawasan Industri Sidayu Gresik, dalam mengisi bagian pengembangan Kawasan Industri Berbasis Inovasi Gresik Utara. Kawasan Industri ini dipilih karena memiliki posisi yang strategis, baik dari sisi luas lahan, ketersediaan sumber daya pendukung (sumber daya alam, sumber tenaga kerja terampil, pasokan listrik, ketersediaan air dalam jumlah besar), jalur transportasi yang strategis, dukungan pemerintah, dan yang terpenting lagi kesediaan Polowijo Gosari Group meng off take limbah Asam yang dihasilkan dari proses pemurnian Tembaga, hal ini karena Asam tersebut akan dimanfaatkan sebagai campuran dalam pembuatan pupuk Kieserite yang berasal dari Dolomite. Dan apabila sinergitas ini terjadi maka semua bahan baku dalam membuat Pupuk Kieserite semuanya berasal dari dalam negeri.

Seperti diketahui bahwa cadangan Tambang dolomite Polowijo Gosari mempunyai total luas 700 Ha dan deposit sebesar 380 juta ton. Cadangan dolomite dalam jumlah yang besar ini dapat diolah menjadi produk turunan Magnesium yang nilai tambahnya menjadi lebih tinggi, antara lain sebagai bahan baku industri pupuk kieserite, yang diperlukan untuk tanaman kelapa sawit, dan bisa dimurnikan menjadi magnesium ingot yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan magnesium alloy, yang saat ini sangat banyak dimanfaatkan sebagai logam ringan (light metal) pada industri maju seperti otomotif, dirgantara dan bangunan.

Tersedia pasar pupuk yang terus berkembang utamanya semakin tumbuhnya pembangunan lahan Kelapa Sawit dalam negeri, ini berpotensi semakin tingginya kebutuhan pupuk bagi perkebunan kelapa sawit, Menurut data dari Roadmap Kebun Kelapa Sawit dari Dirjenbun, Departemen Pertanian dan diperkuat data dari PPKS, Medan pada Tahun 2012, luas perkebunan kelapa sawit mencapai 9,27 Ha dan diprediksi menjadi 20,20 juta Ha di tahun 2025. Selain itu pembangunan pabrik pupuk kieserite ini juga berpeluang untuk menangkap pasar perkebunan kelapa sawit di luar negeri, khususnya ASEAN dan Papua New Guinea yang selama ini masih dipenuhi dari pasokan Import.

“Jika pabrik copper smelter ini dibangun, maka Indonesia merupakan negara Asia pertama yang membangun pabrik yang terintegrasi. Apabila Indonesia dalam lima tahun ke depan memiliki big dream untuk membangun pabrik pupuk kieserite dengan kapasitas 1 juta ton, maka separuh pasar ASEAN akan terjun ke kita”, kata Djauhar Arifin.

Menanggapi rencana pembangunan smelter tembaga ini, Ginandjar Kartasasmita mengungkapkan bahwa potensi-potensi yang ada di Kawasan Industri Sidayu Gresik sangat menarik untuk dikembangkan, sehingga dapat menjawab kebutuhan yang ada.

“Hal yang perlu dipikirkan adalah bagaimana mempertemukan antara potensi dengan demand. Salah satu yang nyata di depan mata adalah dolomiteini. Untuk itu, perlu ada treatment, perlu ada pengolahan, investasi dan sebagainya. Di sinilah kita mencari cara bagaimana menjadikan potensi yang ada mampu memenuhi kebutuhan yang ada”, kata Ginandjar.

“Persoalannya adalah bagaimana untuk bisa memanfaatkan dolomite ini supaya bisa memberi nilai tambah yang lebih tinggi, menghasilkan pupuk yang nilai tambahnya tinggi digunakan untuk perkebunan dan perkebunaannya (red: kelapa sawit) banyak, namun sekarang (red: pupuk kieserite) masih diimpor, sehingga diperlukan suatu produk yang namanya adalah asam sulfat, yang dihasilkan oleh smelter. Bagaimana agar smelter itu ada di sini, semua pihak harus membantu”, ungkap Ginandjar sebelum menutup sambutannya. (sumber : http://www.indonesia.go.id).

Ginanjar2

Kunjungan Kerja Wantimpres (Bpk. Prof. Dr. Ir. Ginandjar Kartasasmita) Dalam Upaya Mengoptimalkan produk yang bernilai ekonomi Berasal dari Tambang Dolomit PT. Polowijo Gosari Dengan Membangun Smelter dan Industri Petrokimia